Friday, 15 November 2019

Ujian❣๐Ÿ’Œ

Semalam sebelum saya masuk tidur, gosok kaki sendiri, ulang ulang dari atas ke bawah, sambil tu cakap dengan mak,

"Nabi ayub dulu lagi teruk kena uji sampai isteri lari, Allah uji nabi ayub sakit sampai tak boleh bangun, Allah uji nabi ayub sampai titik terendah dalam hidupnya."

Mak pandang saja saya.

Cakap sambil tutup mata. Tahan sakit.

"Ya kita kena yakin dan bersyukur, nanti Allah akan tambah." Sambung mak.

Mak cakap, dia dengar ceramah, ada hadis yang berbunyi.

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.”

Saya mengirng menghadap dinding, air mata saya seka perlahan.

saya tersenyap dan berfikir.

Inilah kehidupan.

Untuk setiap milestones dalam hidup.

Sedih, gembira, sakit, sihat suka dan duka.

Its just another sign.
That life is temporary.

Tak ada yang kekal.

So bersyukurlah dengan dugaan, apa benda pun datang, apa pun yang Allah bagi.

Katalah sakit tahap hujung nyawa, bersyukur at least masih hidup lagi.

Katalah study susah tahap nak hantuk kepala kat dinding, bersyukur at least you have the chance to study.

Katalah penat sangat kerja sampai burn out, then tetap kena syukur sebab at least masih mampu bertahan.Sampai tahap tu should be our integration of syukur dalam dugaan.

Dan bukan sekadar berdoa agar dijadikan orang yang sabar, tapi berdoa juga agar jadi orang yang bersyukur.

Bersyukur lah sebab masih ada 'rasa' nak bersyukur. Kalau Allah tak datangkan rasa itu, mana mungkin kita akan jadi hamba yang bersyukur.

Sebab orang yang sabar menahan rasa, hati kita kadang-kadang terasa pedih - tetapi orang yang bersyukur, hati nya sentiasa lapang.

Isn't?

Syukur. Segalanya akan berakhir jua.

To some point, I’ve come to a place in my life where things are not going according to my plans. And I’ve come to realise that not everything can be planned for.

Not everything turns out as planned and that we can plan all we want, but Allah also plans.

Someone once told me,
that sometimes Allah sends difficulties our way, to shield away larger calamities.

In life,
Sometimes He allows pain so that we can become stronger. Sometimes He allows illness so that we appreciate our health.
And sometimes He takes something away from us so that we can appreciate the blessings that He has bestowed upon us.

Teringat masa belajar dulu Dr Marsufah pernah cakap,

"Kalau kita dapat apa yang kita doakan selama ini, mungkin kita boleh syukur 1 kali, tapi kalau kita tak dapat apa yang kita nak kan seperti yang kita minta dalam doa, kita kena syukur 10 kali.."

"Eh?"

"Yang kita doa itu pilihan kita, Allah makbulkan. Tapi bila Allah tak bagi lagi,mungkin itu lah pilihan Allah yang terbaik untuk kita"

Dan teruskan berdoa, Allah pasti akan bagi yang terbaik.

Jika Allah ingin memberi kebahagiaan kepada seseorang, ia tidak boleh dihalang oleh mana mana tangan sekalipun.

Therefore never feel despair, instead feel grateful because it is indeed a blessing so that we always come back to Allah.

Allah loves us for when we keep on du'a for everything we want in dunya and then we close our eyes and suddenly we whisper

'But what I want most is Your forgiveness Ya Rabbi..."

Allah loves us for when we think about so many things we want in this dunya, but suddenly our heart remind us of Allah and our eyes shed tears. Right?

Never mind. This life is just a journey and this world has an end.

Alhamdulillah for a harder test, alhamdulillah for the more beautiful nikmah, alhamdulillah for getting better than we expected.

Alhamdulillah ya Allah for everything in this life.

May You sustain and increase our blessings and may You grant us the best returning to You in Paradise.

InsyaAllah.

Ya Allah, ajarkan kami erti redha. Redha sebagai seorang hamba.



No comments:

Post a Comment

Ujian❣๐Ÿ’Œ

Semalam sebelum saya masuk tidur, gosok kaki sendiri, ulang ulang dari atas ke bawah, sambil tu cakap dengan mak, "Nabi ayub dulu lag...