Tuesday, 8 May 2018

memilih TABAH

Memilih Tabah

Derai semilir arah bertiupnya angin seperti sebuah pesan penghantar kepiluan bagi seorang gadis itu
Ia terlihat lemas sembari menundukkan kepalanya
Kedua tangannya saling melingkar memegang begitu erat

Sedari mentari terbit ia seolah-olah kebingungan, nafasnya seperti sedang kepayahan
Hingga cahaya berubah menjadi sebuah malam
Ia seperti terbakar tanpa pernah menyalakan api

Dibawah matanya ada selingkar lebam, seperti memar sebab diterpa air mata yang berkepanjangan, matanya terlihat redup tapi tatapnya enggan tertutup

Sakit batinnya merenggut fisik
Ia benar-benar terengah-engah untuk sekedar mengatur nafas, ia tak mampu bersuara, ia juga tak mampu berkata-kata

Hingga disuatu senja yang begitu duka ada seorang perempuan baru baya menepuk pundaknya sembari berkata :

Nak, apa yang kamu takutkan perihal cinta manusia ?
Qadarullah, kehidupan ini tidak seperti apa yang kita mau
Hal yang baik maupun buruk akan terjadi selalu
Lepaskan,
Belajarlah untuk memaafkan perasaanmu sendiri
Ikhlaskan,
Siapa yang memahami keikhlasan selain ia dan RabbNya
Nak, kebenaran iman itu tidak meragukan qodo' dan qadarnya Allah yang baik maupun buruk
Kita memang harus ikhlas tentang apapun itu jika memang kita beriman

Percakapan yang singkat membuatnya berfikir selama berhari-hari
Dan pada suatu masa
Setelah terbentur, ia bangkit kembali

Hari ini ia sedang tersenyum
Bersyukur karena perjalanan yang ia tempuh ia memilihnya dengan jalan ketabahan
Hari ini ia baik-baik saja
Dan kudengar ia selalu berusaha untuk berbenah
Meski dimasalalu ia pernah disakiti hingga berdarah-darah, pernah begitu terluka parah

Ia percaya, Adalah sebuah surga
Ketika suatu hari nanti tangannya akan digenggam erat dengan penuh hangat yang menemaninya dalam langkah duka, dalam jauhnya duka pada perjalanan didunia

Ia percaya, Adalah sebuah cinta
Yang membawakan kepercayaan
Yang memegang kesetiaan
Yang rela tersayat luka demi keutuhan surgaNya

Suatu hari nanti semua akan dipertemukan pada genggaman yang pantas menggenggam
Bersabarlah untukmu yang sedang dalam penantian
Bersyukur dan rendah hatilah bagi yang esok menikah
dan untukmu yang tengah mempersiapkan surga itu tiba

Ia, benar, Ia adalah surgamu, pemilik sumber pahalaku ☺️

08.05.18

No comments:

Post a Comment

Ujian❣💌

Semalam sebelum saya masuk tidur, gosok kaki sendiri, ulang ulang dari atas ke bawah, sambil tu cakap dengan mak, "Nabi ayub dulu lag...